Connect with us

News

Sekda Tekankan Sinergi Strategis Pengendalian Inflasi Jelang Idul Fitri

Published

on

Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Penegasan tersebut disampaikannya dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Maluku yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Rabu (4/3/2025).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bapak-Ibu dalam forum strategis ini. Pertemuan ini bertujuan memaksimalkan tugas dan fungsi TPID serta TP2DD agar semakin efektif,” ujarnya.
Sekda mengatakan, berbagai masukan yang berkembang dalam forum akan dicatat sebagai rekomendasi konstruktif yang akan ditindaklanjuti secara sistematis. Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui orkestrasi kebijakan yang terintegrasi dan berbasis koordinasi intensif.


“Kata kunci yang tadi disampaikan adalah sinergitas. Koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan menjadi fondasi utama agar setiap persoalan dapat kita tangani secara komprehensif,” ungkapnya.
Menjelang momentum Idul Fitri, Sekda memberikan atensi khusus terhadap stabilitas layanan publik, khususnya pasokan listrik pada lokasi pelaksanaan Salat Id. Ia meminta agar tidak terjadi pemadaman yang berpotensi mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam beribadah.
“Kita harapkan tidak ada gangguan listrik pada saat pelaksanaan sholat Id. Ini bagian dari tanggung jawab pelayanan publik yang harus dijaga,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kelancaran rantai distribusi logistik, terutama bahan kebutuhan pokok. Menurutnya, disrupsi distribusi berpotensi menimbulkan tekanan harga yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
“Kami berharap distribusi tidak mengalami hambatan. Rantai pasok harus dijaga agar tidak memicu gejolak harga menjelang hari raya,” paparnya.
Lebih lanjut, Sekda menginstruksikan kabupaten/kota yang belum mengikuti forum agar segera membangun komunikasi aktif guna memastikan ketersediaan dan ketahanan pangan tetap terpantau secara akurat. Ia juga meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah yang memiliki irisan kewenangan di sektor pangan dan distribusi untuk meningkatkan intensitas koordinasi serta menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi kendala di lapangan.
“Setiap potensi persoalan harus diantisipasi sejak dini melalui koordinasi yang solid dan respons yang cepat. Dengan demikian, stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga,” tegasnya.
Melalui HLM TPID dan TP2DD tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk menjaga inflasi tetap terkendali serta memastikan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dalam kondisi harga yang relatif stabil dan ketersediaan bahan pokok yang memadai. (**)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2021 Humas Maluku