Connect with us

News

Gubernur Harap Kehadiran Klinik Utama Lawamena Permudah Layanan Kesehatan Masyarakat

Published

on

Ambon– Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, meresmikan Klinik Utama Lawamena Bhakti Kesehatan Provinsi Maluku pada Kamis (26/6), yang sebelumnya merupakan Balai Paru.

Dalam sambutannya, Gubernur Lewerissa mengungkapkan peresmian klinik utama Lawamena merupakan momentum berharga bagi sektor kesehatan melalui penyelarasan regulasi dalam upaya memberikan pelayanan komprehensif di tanah Maluku. “Terima kasih, dalam 4 bulan menjadi gubernur ternyata ada peningkatan status dari Balai Paru sekarang menjadi klinik utama,” ujar Gubernur.

Peningkatan status ini dinilai sangat penting. Selama ini, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan spesialistik, masyarakat harus menuju rumah sakit. Namun, dengan hadirnya Klinik Utama Lawamena, akses terhadap layanan kesehatan spesialistik menjadi lebih mudah dijangkau. “Perubahan status ini tentu saja diharapkan ada ketepatan diagnosis yang lebih tajam sehingga mempermudah proses penanganan terhadap pasien,” harap Gubernur.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara Klinik Utama Lawamena dengan Dinas Kesehatan. Di tengah tantangan kesehatan yang ada, kerja sama erat adalah kunci untuk menangani berbagai masalah kesehatan di Maluku. Ia mencontohkan, TBC masih menjadi masalah utama di Maluku, meskipun ada kabar gembira terkait eliminasi malaria di lima kabupaten. “Upaya kita untuk mengeliminasi terus dilakukan,” imbuhnya.

Gubernur Lewerissa menegaskan bahwa perubahan status ini mencerminkan tekad kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Ia juga berharap nama “Lawamena”, yang berarti “maju terus di tengah tantangan”, tidak memiliki muatan politis, melainkan murni semangat untuk kemajuan layanan kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur menyambut baik aksi perubahan dari tiga reformer peserta Kepemimpinan 3, yang telah melahirkan transformasi signifikan di bidang kesehatan. Perubahan progresif sangat diperlukan agar layanan kesehatan di Maluku dapat bersaing dengan rumah sakit swasta lainnya. “Sebagai gubernur, saya menyambut dengan sukacita aksi yang bertujuan untuk melakukan perubahan dengan tujuan untuk mencapai meraih sesuatu yang lebih maju, bukan perubahan yang mundur,” tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat sebagai pengguna jasa kesehatan pasti menghendaki yang terbaik, karena itu perlu adanya inovasi yang mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Diketahui, Tiga aksi perubahan tersebut yakni, “Tabaos”: Transformasi layanan kesehatan melalui dukungan platform media sosial. “Teko Sehat Siwalima”: Platform digital untuk penyelenggaraan pelayanan telemedicine di bidang kesehatan jiwa dan “Si Pameri”: Transformasi pengadaan obat dan bahan medis habis pakai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk efisiensi dan efektivitas di RSUD dr. M. Haulussy, termasuk penyusunan kebijakan pengadaan dan percepatan administrasi pengadaan berbasis digital. Kehadiran Klinik Utama Lawamena dan berbagai inovasi ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Maluku.

SUMBER: BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA MALUKU

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2021 Humas Maluku