Connect with us

News

Wagub AV Buka Dialog Kebangsaan “Peran Ormas dan Aktivis Jaga Kondusifitas Daerah”

Published

on

AMBON – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan elemen masyarakat sipil (civil society) dalam upaya memajukan daerah. Hal ini disampaikan Wagub saat membuka Dialog Kebangsaan bertajuk “Peran Ormas dalam Menjaga Kondusifitas Daerah” yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (22/10/2025).

Dialog ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memperkuat komunikasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas), mahasiswa, dan aktivis demi menciptakan iklim sosial-politik yang stabil dan kondusif di Maluku.

Dialog ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi memperkuat sinergi dengan elemen masyarakat sipil demi menciptakan iklim sosial-politik yang stabil di Maluku.

Dalam sambutannya, Wagub menyebut pentingnya peran mahasiswa dan aktivis dalam menjaga dinamika demokrasi yang sehat di daerah.

“Jadi teman-teman (Mahasiswa dan aktivis) adalah bagian terpenting dari sebuah proses demokrasi. Teman-teman adalah bagian sangat penting dari fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang demokrasi,” ujarnya.

Wagub juga mengakui sistem demokrasi bukan tanpa kelemahan.

“Apakah demokrasi itu adalah sistem yang baik, tidak juga. Demokrasi itu bukan sistem yang terbaik karena ada plus minusnya, tetapi demokrasi adalah yang paling baik di antara sistem-sistem yang ada,” katanya.

Selain itu, Wagub menyatakan mahasiswa dan ormas juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengoreksi jalannya pemerintahan agar tidak kehilangan arah.

“Pemerintahan yang terlalu dibiarkan berjalan tanpa koreksi, nanti pimpinan daerahnya anggap dia berjalan benar. Pada titik itulah, civil society teman-teman itu dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengoreksi,” jelasnya.

Wagub juga menyinggung situasi nasional pasca demonstrasi besar yang terjadi di sejumlah kota pada Agustus lalu.

“Kita lihat pada Agustus (Demo besar-besaran di Jakarta, Makassar dan kota besar lainnya di Indonesia) kemarin, dan sebagai pimpinan di daerah, saya harus menyampaikan terima kasih kepada teman-teman civil society, LSM, aktivis, dimana kekhawatiran terjadi gejolak di Indonesia yang itu bisa berakibat jatuhnya sebuah rezim,” ungkapnya.

Wagub kemudian memberikan apresiasi kepada mhasiswa dan ormas yang dinilainya mampu menjaga situasi tetap kondusif.

“Teman-teman di Maluku cukup mengambil posisi yang sangat baik, tidak merepotkan teman-teman TNI dan Polri, tidak terlalu merepotkan pemerintah daerah dan semua instrumen, dan saya kira saya patut memberi apresiasi,” katanya.

Vanath juga menyinggung pendekatan damai dalam menyampaikan aspirasi.

“Dimana-mana terjadi kebakaran, membakar fasilitas pemerintah. Mungkin itu benar, biar aja di mereka. Mereka pegang duit banyak, habis bakar besok bisa dibangun lagi. Kita (Provinsi Maluku) ini duitnya tidak cukup, jadi kalau kalian mau protes, pak Wagub mau pesan, gak usah bakar-bakar. Itu rugi. Protes dengan cara yang baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan dialog dengan kelompok mahasiswa dan ormas.

“Saya kira hari ini adalah bagian dari cara pemerintah provinsi memberi hati, membuka diri kepada adik-adik, para mahasiswa, para aktivis, LSM dan seterusnya, kalian boleh mengkritisi,” ujarnya.

Wagub menutup sambutannya dengan ajakan untuk memperkuat kolaborasi antar elemen dalam membangun Maluku.

“Tetapi pada titik tertentu, saya atau Pak Gubernur atau pejabat yang ditunjuk mengajak kita semua duduk berdiskusi dan kita menjelaskan keadaan yang sebenarnya terjadi di sini. Jadi, kalau kalian ingin Maluku maju, pendidikan harus ditingkatkan, semua perguruan tinggi harus diperbaiki manajemennya, Maluku harus aman,” katanya.

“Kalau kalian berharap bangun Maluku ini dari Gubernur, Bupati dan Wali Kota saja tidak bisa. Kita bekerja pada bagian yang lain, kalian mesti mendukung pada bagian yang lain,” tutupnya.Dialog Kebangsaan tersebut turut menghadirkan narasumber dari unsur keamanan dan pemerintahan, di antaranya Direktur Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Maluku Kombes Pol Hujra Soumena, Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku Dani Indey, dan Staf Ahli Pangdam XVI/Pattimura Bidang Sosial Kolonel Jocky Pesulima, dan dipandu oleh Meriska Muskitta. SUMBER : BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA MALUKU

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2021 Humas Maluku