Connect with us

News

Sahli Umar Alhabsyi Buka Jelajah Rempah 2025, Dorong Pariwisata dan Gerakan Literasi dari Timur Indonesia

Published

on

Ambon — Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Umar Alhabsyi, mewakili Gubernur Maluku secara resmi membuka kegiatan Jelajah Rempah 2025, sebuah ekspedisi lari lintas alam bertema “Menapak Jejak Sejarah, Merajut Harapan dari Timur”. Pembukaan berlangsung di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon, Jumat (5/12/2025).

Dengan semangat sport tourism, para pelari akan menempuh rute-rute bersejarah yang dahulu menjadi pusat perputaran perdagangan dunia. Peserta dijadwalkan melintasi pesisir bertebing yang menawan, kampung-kampung nelayan, serta sejumlah situs budaya yang menyimpan kisah tentang keberanian, kolonialisme, dan ketangguhan masyarakat kepulauan Maluku.

Selain mengangkat nilai sejarah dan budaya, rangkaian Jelajah Rempah 2025 juga membawa misi sosial. Melalui kerja sama dengan Yayasan Heka Leka, kegiatan ini bertujuan menggalang dana bagi pembangunan Perpustakaan Ramah Anak di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) di Maluku.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Umar Alhabsyi, ditegaskan bahwa Jelajah Rempah 2025 bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga perjalanan budaya dan edukasi yang merayakan kembali kejayaan Jalur Rempah Nusantara.

“Kegiatan ini memadukan semangat sportivitas, kecintaan terhadap alam, dan penghormatan terhadap jejak sejarah yang telah menjadikan Maluku sebagai pusat peradaban dunia,” ujar Alhabsyi.

Gubernur juga mengingatkan bahwa sejarah telah menempatkan Maluku sebagai jantung Jalur Rempah dunia cengkih dan pala yang menghubungkan bangsa-bangsa dari berbagai benua. Kedua komoditas bernilai tinggi itu telah menjadi simbol perjalanan panjang interaksi perdagangan dan budaya lintas samudra.

“Kegiatan ini, meski berbalut olahraga, hakikatnya adalah gerakan budaya, edukasi, dan kemanusiaan,” lanjutnya.

Melalui Jelajah Rempah 2025, Run for Literacy, setiap langkah peserta dipandang sebagai kontribusi nyata bagi masa depan generasi muda, khususnya di wilayah 3T.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Yayasan Heka Leka, para pelari, komunitas lokal, seniman, peneliti, dan mitra pembangunan yang telah berkolaborasi menghadirkan kegiatan ini sebagai ruang ekspresi, kreativitas, dan aksi nyata bagi kemajuan daerah,”ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan Maluku, sekaligus menegaskan kembali posisi daerah sebagai poros budaya, pariwisata, dan edukasi yang berdaya saing global.

“Dari Timur Indonesia, kita tunjukkan kepada dunia bahwa dari Jalur Rempah yang dahulu menghubungkan bangsa-bangsa dalam perdagangan, kini lahir gerakan baru yang mempersatukan kita dalam bingkai pengetahuan, persaudaraan, dan harapan,” tutup Alhabsyi.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur melalui Staf Ahli berpesan agar seluruh peserta menikmati pengalaman lintas alam dan lintas sejarah, meresapi pesona alam Maluku, keramahan masyarakatnya, serta makna yang tertanam dalam setiap langkah perjalanan.

SUMBER: BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA MALUKU

Trending

Copyright © 2021 Humas Maluku