News
Gubernur Apresiasi Peluncuran Tiga Program Studi Dokter Spesialis di Unpatti Ambon
AMBON – Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon resmi meluncurkan tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yakni Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Penyakit Dalam, serta Ilmu Bedah. Peluncuran berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Unpatti, Selasa (10/2/2026).
Aktivitas akademik ketiga program studi tersebut secara resmi diluncurkan oleh Rektor Unpatti Ambon, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy. Prosesi peresmian ditandai dengan pemukulan tifa secara bergantian oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Sadali Ie yang mewakili Gubernur Maluku, bersama Pelaksana Tugas Direktur RSUD Dr. M. Haulussy Ambon dan Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, dr. Farah Christina Noya.
Dalam kesempatan itu, Sekda juga menyaksikan penandatanganan komitmen para kepala daerah terkait dukungan pemenuhan sumber daya manusia dokter spesialis. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Maluku Tenggara, Wakil Wali Kota Tual, dan Wakil Bupati Buru.
Peluncuran program pendidikan dokter spesialis ini menjadi bagian dari upaya strategis penguatan layanan kesehatan di Provinsi Maluku, terutama untuk menjawab keterbatasan tenaga dokter spesialis di wilayah kepulauan.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutan yang dibacakan Sekda Sadali Ie, menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kedokteran Unpatti atas komitmen dan kerja keras menghadirkan pendidikan dokter spesialis di Maluku.
“Kita semua menyadari bahwa tantangan pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku tidaklah ringan. Kondisi geografis wilayah kepulauan, keterbatasan akses pelayanan kesehatan, serta masih minimnya ketersediaan tenaga dokter spesialis, khususnya di bidang obstetri dan ginekologi serta ilmu penyakit dalam, merupakan persoalan nyata yang harus kita hadapi dan selesaikan bersama,” ujarnya.
Menurut Gubernur, peluncuran PPDS ini merupakan langkah strategis, tidak hanya bagi Unpatti sebagai institusi pendidikan, tetapi juga bagi upaya peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat Maluku secara berkelanjutan.
“Kehadiran dokter spesialis yang dididik dan dibina di daerah sendiri diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan berkeadilan hingga menjangkau seluruh pelosok kepulauan Maluku,” lanjutnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan kedokteran dan peningkatan layanan kesehatan melalui penguatan sinergi lintas sektor, penyediaan fasilitas pendukung, serta kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan di daerah.
“Saya berharap program pendidikan dokter spesialis ini dapat berjalan dengan baik, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kemajuan dunia pendidikan di Provinsi Maluku,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, dr. Farah Christina Noya, menjelaskan bahwa peresmian tiga program studi tersebut merupakan manifestasi perjuangan kolektif untuk menjawab kelangkaan dokter spesialis di wilayah kepulauan.
Ia menyebutkan, akselerasi pembukaan prodi berpijak pada dua pilar kebijakan strategis pusat, yakni prioritas percepatan pemenuhan SDM kesehatan demi menjamin keadilan akses layanan medis di seluruh pelosok Indonesia, serta implementasi program akselerasi peningkatan akses dan mutu pendidikan tenaga medis.
“Program ini memberikan ruang percepatan bagi universitas di wilayah strategis untuk menyelenggarakan pendidikan spesialis tanpa mengabaikan standar mutu,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Farah mengungkapkan bahwa FK Unpatti telah melakukan pemetaan bersama Dinas Kesehatan serta Direktur RSUD kabupaten/kota se-Provinsi Maluku. Salah satu poin kesepakatan adalah kuota utama diperuntukkan bagi putra-putri daerah berstatus ASN (PNS/PPPK) dari wilayah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).
Selain itu, para residen diwajibkan menandatangani pakta integritas untuk kembali mengabdi ke kabupaten/kota pengutus setelah menyelesaikan pendidikan. Sebagai timbal balik, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan beasiswa penuh.
“FK Unpatti juga akan mengirimkan residen senior ke RSUD kabupaten guna memperkuat pelayanan medis daerah sebelum mereka lulus,” tambahnya.
Dengan demikian, pembukaan PPDS ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan komitmen nyata untuk memutus mata rantai keterbatasan akses kesehatan di Maluku.
“Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan universitas pembina, FK Unpatti siap mencetak dokter spesialis unggul yang mengabdi bagi kemanusiaan,” pungkas dr. Farah.
(BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA MALUKU)
-
News1 month agoGubernur Paparkan Capaian Positif Ekonomi dalam Pidato Akhir Tahun 2025
-
News1 month agoBANK DUNIA ANTUSIAS DUKUNG PROYEK INFRASTRUKTUR DI MALUKU
-
News1 month agoGubernur Hadiri Perayaan Natal Haria Sedunia di Saparua
-
News1 month agoGubernur Pimpin Upacara HUT ke-208 Pahlawan Martha Christina Tiahahu
-
News1 month ago117 ASN Absen, Wagub Minta Pimpinan OPD Perketat Disiplin
-
News3 weeks agoPemprov Maluku Luruskan Informasi Soal TPP dan Sertifikasi Guru
-
News1 month agoWagub Ikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Bersama Presiden RI Secara Virtual
-
News1 month agoWagub Harap BKMT Maluku Perkuat Akidah dan Akhlak Masyarakat
