Connect with us

News

Bappenas Tegaskan Komitmen Sukseskan Maluku Integrated Port

Published

on

JAKARTA – Upaya Pemerintah Provinsi Maluku mendorong percepatan pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menerima langsung Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang didampingi RJ Lino bersama tim, dalam pertemuan strategis yang berlangsung produktif beberapa waktu lalu di Jakarta.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah Deputi terkait di Bappenas. Dalam forum itu, Pemprov Maluku memaparkan berbagai progres penting yang telah dicapai, khususnya tahapan perencanaan dan langkah konkret menuju realisasi proyek pelabuhan terintegrasi yang digadang menjadi tulang punggung konektivitas kawasan timur Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan, Senin (26/1/2026) mengatakan pertemuan yang telah dilangsungkan menjadi momentum penting bagi keberlanjutan MIP.

Menurutnya, langkah-langkah yang telah ditempuh Pemprov Maluku mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Bappenas. Pemerintah pusat menilai keseriusan daerah sebagai modal utama dalam menggerakkan proyek strategis nasional berbasis wilayah kepulauan.

Tak hanya itu, Bappenas juga menunjukkan komitmen kuat untuk membawa MIP ke level yang lebih luas dengan melibatkan mitra internasional.

“Menteri Bappenas akan segera menyurati World Bank untuk meminta keterlibatannya dalam pembiayaan MIP. Sebelumnya, Gubernur bersama tim juga telah bertemu dengan World Bank. Ibarat gayung bersambut, pertemuan tersebut sangat produktif,”tuturnya.

Ia menjelaskan, skema pembiayaan MIP dirancang secara bertahap dan kolaboratif. World Bank diharapkan dapat mendukung pembiayaan basic infrastructure, sementara infrastruktur lainnya akan dibiayai melalui APBN, skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU/PPP), serta dukungan dari pemerintah daerah.

“Intinya, Bappenas sangat berkomitmen untuk segera menyukseskan Maluku Integrated Port. Ini bukan hanya proyek daerah, tetapi proyek strategis untuk masa depan Maluku dan Indonesia Timur,” tegas Kasrul Selang.

Sementara itu, terkait penentuan lokasi pembangunan MIP, Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan sikap mengikuti kajian ilmiah yang telah dilakukan. Hasil study Bank Dunia merekomendasikan lokasi pembangunan MIP di Pulau Ambon karena satu daratan dengan Bandara Internasional Pattimura dan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon sehingga rantai pasok lebih pendek dan efisien.

Gubernur legowo dan menyetujui hasil studi ilmiah dari Bank Dunia. Yang penting, tandas Gubernur, kata Kasrul infrastruktur MIP itu jadi dibangun di Maluku.

“Terkait lokasi, Pemprov mengikuti rekomendasi Bank Dunia,”ucapnya.

Dengan dukungan kuat dari pemerintah pusat serta terbukanya peluang pendanaan internasional, proyek Maluku Integrated Port kini melangkah lebih dekat dari fase perencanaan menuju realisasi. Kehadiran MIP akan menjadi simpul strategis baru bagi pertumbuhan ekonomi, efisiensi logistik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku, khususnya dalam memperkuat peran Maluku sebagai gerbang maritim Indonesia Timur.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Copyright © 2021 Humas Maluku