News
NITA SADALI IE SOSIALISASIKAN PENCEGAHAN STUNTING DI BURU SELATAN
NAMROLE- Dalam upaya menurunkan angka stunting di Provinsi Maluku, Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Nita Sadali Ie, gencar melakukan sosialisasi upaya pencegahan stunting. Kali ini Kabupaten Buru Selatan menjadi sasaran isteri Gubernur Maluku. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tahun 2024, Kamis (23/10/2024).

Hadir dalam acara sosialisasi yakni, Pjs. Bupati Buru Selatan, Pjs. Ketua TP PKK Kabupaten Buru Selatan dan pengurus, Forkopimda, sejumlah Kepala OPD terkait Lingkup Kabupaten Bursel, pengurus dan anggota TP PKK Kecamatan dan Desa serta Siswa-Siswi SMP dan SMA.
Dalam sosialisasi tersebut, Nita menyampaikan, Provinsi Maluku, masih harus berjuang untuk menurunkan angka stunting. Berdasarkan data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) tahun 2022, prevalensi stunting di Maluku mencapai 26,1%, dan berdasarkan data SKI (Survei Kesehatan Indonesia) tahun 2023, angka ini meningkat menjadi 28,4%.
“Kabupaten Buru Selatan memiliki angka stunting tertinggi di Maluku pada tahun 2022, yakni 41,6%. Meskipun mengalami penurunan menjadi 35,5% pada tahun 2023, Buru Selatan masih menempati urutan kedua setelah Kabupaten Kepulauan Aru, “ungkapnya.
Nita menjelaskan, stunting, atau kondisi di mana anak mengalami pertumbuhan yang terhambat karena kurangnya asupan gizi yang baik sejak dini, merupakan masalah kesehatan yang serius.
“stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan otak, kecerdasan, dan kualitas hidup anak di masa depan, “tegasnya.
Perangi stunting, sebut Nita, harus di mulai dari dalam keluarga sendiri. Bermula dari proses awal kehamilan selama 1000 hari pertama kehidupan yang menjadi masa emas seorang anak, sampai kepada pola asuh, pola pemberian makan serta kepedulian terhadap pendidikan anak.
Dalam upaya pencegahan stunting, Ia pun mengajak ibu-ibu hamil melakukan pemeriksaan kesehatannya secara rutin di puskesmas maupun di posyandu.
“Ibu hamil, jangan lupa untuk rutin memeriksakan kehamilan. Dan untuk para ibu juga jangan lupa anak-anak balita harus dibawa ke pasyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembangnya, dan mendapat imunisasi dasar lengkap, “imbaunya.
Selain masalah gizi, Nita juga mengatakan, faktor sosial seperti kekerasan terhadap perempuan, pernikahan dini, dan kehamilan yang tidak diinginkan juga turut berkontribusi. Di Maluku, masih banyak kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan dini, dan masih banyak kehamilan yang tidak diinginkan.
“Faktor-faktor tersebut juga memegang andil penyebab tingginya angka stunting di Maluku, sehingga membutuhkan kerjasama dengan semua pihak termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama, “terangnya.
Untuk mencegah stunting, remaja putri harus minum tablet tambah darah 1 kali seminggu agar kelak melahirkan anak-anak yang sehat. demikian pula dengan ibu hamil.
“agar tidak menderita anemia, ibu hamil harus makan makanan yang bergizi dan minum tablet tambah darah paling kurang 90 tablet selama kehamilannya. karena jika seorang ibu hamil mengalami anemia, maka anak yang dikandungnya beresiko lahir stunting, “jelasnya.
Untuk itu, ia berharap adanya kerjasama antara puskesmas dan institusi pendidikan di tingkat SMP maupun SMA untuk menggerakkan minum tablet tambah darah secara serentak seminggu sekali di sekolah, karena berdasarkan data kementerian kesehatan tahun 2023, remaja putri yang minum tablet tambah darah secara teratur di provinsi maluku masih sangat rendah, yaitu sebesar 22,20%,”jelasnya.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Nita Sadali juga berkesempatan menyerahkan 100 paket makanan kepada anak-anak panti asuhan. Ia berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan mencegah stunting.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap anak-anak yang membutuhkan. Dengan asupan gizi yang cukup, kita berharap anak-anak panti asuhan dapat tumbuh sehat dan terhindar dari stunting.”ungkapnya.
Ia berharap peran panti asuhan dalam memberikan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan yang layak bagi anak-anak. “Panti asuhan adalah rumah kedua bagi anak-anak ini. Kita semua harus mendukung upaya mereka dalam memberikan yang terbaik bagi anak-anak asuh,” pungkasnya. (BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA MALUKU)
-
News4 years agoGubernur MI Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Ismail Murad Asrama Haji Waiheru
-
News10 months agoGUBERNUR MALUKU HADIRI RUPS TAHUNAN BANK MALUKU-MALUKU UTARA DI TERNATE
-
News10 months agoGUBERNUR MALUKU HADIRI SILATURAHMI DAN BUKA PUASA BERSAMA IKAPATI MALUKU UTARA, TEKANKAN SINERGI ANTAR DAERAH
-
News3 years agoSadali Ie Resmi Jabat Sekda Maluku
-
News3 years agoGUBERNUR DAN IBU WIDYA PRATIWI MURAD DIANUGERAHI GELAR ADAT IMONA BULLEMUI DAN ODAMONA SEMADDERAN
-
info2 years agoAsisten Sekda Kasrul Selang Lantik Pengurus Forum Anak Maluku Manise Periode 2023-2025
-
ragam2 years agoPERINGATI HUT KE-24 DWP PROVINSI MALUKU GELAR LOMBA SENAM KREASI
-
News2 years agoLANTIK PJ BUPATI MALRA DAN KOTA TUAL, INI ARAHAN GUBERNUR
